Accessibility links

Breaking News

Upaya Hentikan Ketegangan di Perbatasan Ukraina Terus Berlanjut


Menlu AS Antony Blinken (kiri) dan Menlu Rusia Sergey Lavrov berjabat tangan sebelum pertemuan mereka pada 21 Januari 2022, di Jenewa, Swiss.

Setelah diplomasi intensif selama satu minggu di berbagai forum internasional mengenai kehadiran militer Rusia yang terus berlangsung dan tidak beralasan di dan dekat Ukraina, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken melanjutkan upaya diplomatik untuk meredakan krisis ini. Pada 19 Januari, ia bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba di Kyiv. Dan dia dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Jenewa pada 21 Januari.

Ketika berbicara di Kedutaan Besar AS di Kyiv sebelum bertemu dengan pejabat Ukraina, Menlu Blinken memperingatkan jika Rusia menginvasi Ukraina lebih jauh, prinsip-prinsip dasar yang dijunjung oleh sistem internasional dan merupakan kunci untuk menjaga perdamaian akan terusik: bahwa satu negara tidak bisa mengubah perbatasan negara lainnya dengan paksa; bahwa satu negara tidak bisa mendikte pilihan negara lain; dan bahwa negara-negara tidak bisa menggunakan pengaruhnya untuk mencoba menaklukkan tetangga mereka.

Jika kita membiarkan prinsip-prinsip itu dilanggar tanpa ada hukuman, kita akan membuka kotak Pandora yang sangat besar, dan seluruh dunia menyaksikannya,” kata Menlu Blinken.

Setelah bertemu dengan pemimpin Ukraina, Menlu Blinken mengadakan konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Ukraina Kuleba. Pada konferensi pers itu ia menekankan “komitmen Amerika Serikat yang kuat terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina.” Oleh karena itu, ia mengatakan, “Kami akan terus melanjutkan upaya diplomatik tanpa lelah untuk mencegah agresi baru dan untuk mengupayakan dialog dan perdamaian.”

Pada saat yang sama, Menlu Blinken mengatakan, “Kami terus membantu kemampuan Ukraina untuk membela diri dan memperjelas tindakan yang akan dikenakan oleh Amerika Serikat dan Eropa kepada Moskow jika menolak jalur diplomasi … dan terus melakukan invasi dan destabilisasi - yang tidak beralasan, tidak diprovokasi, dan tidak dapat diterima - terhadap Ukraina.”

Menlu Blinken menegaskan bahwa “kekuatan diplomasi kami, pencegahan kami, dan tanggapan apapun terhadap agresi Moskow membutuhkan persatuan – di antara sekutu dan mitra kami, dan juga di dalam negara Ukraina sendiri … rakyat Ukraina harus bersatu, terutama di saat ini.”

Ia juga mencatat salah satu tujuan lama Rusia adalah “mencoba menabur perpecahan di dalam Ukraina, mempersulit rakyat Ukraina untuk bekerja sama untuk mewujudkan ambisi Euro-demokrasi mereka … Jangan biarkan Moskow memecah belah kalian,” ujarnya.

“Selama kalian menentang upaya untuk memecah belah, mengintimidasi, mengancam,” kata Menlu Blinken, “Amerika Serikat dengan tegas akan mendukung hak kalian untuk mengambil keputusan sendiri demi masa depan kalian, untuk membangun masa depan sebagai rakyat Ukraina bagi Ukraina.”

Mencerminkan Pandangan Pemerintah Amerika Seperti Disiarkan oleh Voice of America

XS
SM
MD
LG